Sport Motorcycles Motorcycle Modif Motorcycle News Beauty Motorcycles Sexy Motorcycle
Next motorcycles Racer Motorcycle Latest Motorcycle Old Motorcycles Sexy Bikers
Super motorcycles Motorcycle Performance Max Bikers Rallies Motorcycles Motorcycle Hot Girl

Wednesday, June 16, 2010

Beda Antara Tifus dan DBD

Sama-sama penyakit yang di mulai dengan demam, tapi tentu saja beda sebab dan akibatnya. Nah untuk itu, berikut ini perbedaan dari kedua penyakit tersebut:
  • Demam DBD berlangsung sepanjang hari, tidak cuma sore dan malam seperti tifus. Pada demam tifus, nyeri kepala hebat dan biasanya bisa terjadi gangguan kesadaran (delirium atau meracau, mungkin menyebut-nyebut nama "Mbah" yang sudah meninggal sehingga dikita kemasukan roh jahat), pada DBD tidak meracau. Pada tifus tidak terjadi syok kalau belum komplikasi, pada DBD bisa dan sering syok.
  • Pada DBD spesifik ada nyeri uluhati yang bukan gejala maag (mual dan nyeri pada sepertiga atas antara pusar dengan uluhati). Pada tifus cuma tidak enak perut dan sembelit. Pada tifus, kemungkinan bibir kering, lidah bertepi merah dan tengahnya bersalut putih, pada DBD tidak ada tanda itu.
  • Pada tifus mungkin ada bintik merah (ruam kulit) tapi hanya di dada, dan itu bukan bintik perdarahan seperti DBD (yang bila ditekan bintik merahnya tidak memudar).
  • Tifus bisa terjadi sepanjang bulan, tidak musiman seperti DBD, tidak perlu kehadiran nyamuk, tapi sering berjangkit sehabis banjir dan pada orang yang makan-minumnya kurang bersih (sering jajan di pinggir jalan), sedangkan DBD tak pilih bulu mau kaya, miskin, jorok-tidak jorok, asal ada Aedes aegypti dan ada kasus DBD di tetangga, besar kemungkinan terjangkit DBD.
  • Tifus penyakit lumrah di Indonesia, dan tidak semematikan seperti DBD. Jika diobati dan pengobatannya tuntas, tifus umumnya sembuh. Hanya satu dari 20 kasus tifus menjadicarrier tifus, dan sebagian kecil saja dari yang tak diobati berkomplikasi usus bocor atau infeksi menjalar ke kandung empedu. Namun, DBD yang terlambat ditangani dengan tifus atau tranfusi, sering berakhir fatal.
  • Tifus mudah ditangani, tak perlu dirawat kalau masih di awal-awal dan belum komplikasi, tapi DBD sering tak terduga jika proses perdarahannya berlangsung di organ-organ dalaman, dan kondisi status reaksi hipersensitivitas tubuhnya hebat (Ingat DBD pada yang gizinya bagus lebih buruk reaksi DBD-nya dibanding yang kurang gizi), strain vrius-nya tergolong ganas, sehingga masuk sebagai kasus DBD berat, yang langsung syok atau komplikasi ke otak. Tifus biasanya tidak aneh-aneh seperti itu dan obatnya murah saja, tanpa selalu memerlukan perawatan kalau masih belum komplikasi.
  • Mencegah tifus cukup dengan makan-minum lebih bersih, membiasakan cuci tangan, dan batasi jajan buah dingin, makanan dingin, serta waspada terhadap es batu yang diproduksi pabrik, telur bebek, kura-kura, produk laut, semua jajanan yang dipegang tangan (food handling). Kiat melawan DBD cuma soal menyingkirkan jentik nyamuk dan nyamuk betina dewasa di wilayah sedang terjangkit, bukan lantaran jorok makan, jorok minum, atau doyan karedok.

No comments:

Post a Comment